Bahaya Fast Food Untuk Si Kecil

22 August 2019


Hi Moms, pernah sesekali memberikan anak makanan instant atau makanan cepat saji saat berpergian? Atau malah makanan junk food?

Lalu sekarang anak sering merengek untuk dibelikan makanan itu lagi?

Tau kah, Moms kalau makanan cepat saji berbahaya untuk anak dan harus dihindari? Dan makanan cepat saji apa saja sih yang biasanya suka ‘tidak sengaja’ diberikan kepada anak?

Di zaman yang serba praktis ini terkadang mulai sulit untuk membedakan mana makanan fast food , karena sudah melekat dengan kehidupan sehari-hari. Mengapa fast food  berdampak pada kesehatan, terutama untuk anak? Fast food  merupakan makanan cepat saji yang sebelumnya sudah dilakukan proses pengolahan tahap awal, lalu diawetkan, kemudian saat akan dikonsumsi hanya tinggal melanjutkan proses pengolahan singkat, seperti digoreng, dikukus, direbus, dan lainnya. Makanan jenis ini tidak memiliki zat gizi, tetapi memiliki jumlah kalori dan lemak yang berlebihan. Contoh makanan yang paling sering diberikan ke anak yaitu mie instant, nugget, sosis, burger, pizza, dan lainnya.

Fast food  disukai anak-anak karena punya cita rasa yang sangat kuat dan berkesan dilidah anak-anak. Jenis makanan ini mengandung zat adiktif yang membuat ketagihan dan merangsang untuk terus makan sesering mungkin. Namun makanan ini sangat tidak tepat untuk kebutuhan nutrisi anak, karena makanan jenis ini mengandung lemak jenuh, lemak trans, kolesterol, natrium, dan tinggi kalori.

Gangguan kesehatan atau penyakit yang ditimbulkan karena sering mengonsumsi fast food  pada anak adalah obesitas. Fast food  merupakan makanan tinggi kalori dan gula yang dapat meningkatkan berat badan walau hanya dikonsumsi dalam jumlah kecil. Menurut Dr. Steven Mattarunga (Ikatan Dokter Anak Indonesia), obesitas memberikan dampak buruk terhadap tumbuh kembang anak, terutama dalam aspek organik dan psikososial. Obesitas sejak kecil, dapat meningkatkan resiko penyakit jantung, stroke, hingga diabetes saat anak dewasa nanti.

Mengonsumsi fast food tidak dilarang, namun harus memiliki aturan dan batasannya. Jika anak sudah mulai ketergantungan terhadap fast food, maka orang tua harus pelan-pelan mengubah pola makan anak yang lebih sehat dan bernutrisi. Upayakan untuk lebih sering memberikan sayur dan buah di rumah, karena anak dalam masa pertumbuhan yang membutuhkan kecukupan nutrisi dan serat anak.

Jadi sesibuk apapun, upayakan makanan cepat saji tidak menjadi pilihan utama ya, Moms. Walaupun dampaknya tidak langsung, namun jenis fast food  sangat mungkin berdampak pada jangka panjang. Mulai cermati jajanan si kecil, dan ketahui kandungan apa saja dari setiap makanannya ya, Moms. (LS)