#FromSachi: Filosofi Kintsugi Untuk Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

22 August 2019


Hai Yogurtarian-tachi, Sachi disini! Bulan Februari ini cuacanya sendu ya. Di Tokyo sekarang sedang turun salju, katanya di Indonesia hujannya sedang parah-parahnya ya? Di cuaca sendu seperti ini, pasti gampang sekali teringat sama hal-hal sedih. Hujan memang identik dengan yang sedih-sedih ya. Tapi aku bukan mau cerita sedih kok. Justru, aku ingin membalikkan situasi menjadi menyenangkan dengan ceritaku kali ini!

 

Tentang Kintsugi

Heavenly Blush Yoguruto Yogurt Drink Less Sugar

Pernah dengan tentang filosofi kintsugi? Itu lho, teknik memperbaiki barang berharga dari keramik dengan campuran emas. Kintsugi secara harafiah berarti “memperbaiki dengan emas”. Kin berarti emas dan tsugi berarti memperbaiki. Pada pelaksanaannya, keramik yang pecah dilem menggunakan getah pohon urushi (jenis pohon ek yang beracun) lalu dilapisi dengan emas atau silver. Meskipun kedengarannya mudah, tetapi teknik ini memakan waktu yang sangat lama dalam mengerjakannya. Tapi disitulah nilai keindahan kintsugi.

 

Filosofi Kintsugi

 

Lho Sachi, apa hubungannya kintsugi dengan ngobrolin yang bikin semangat? Nah, disini menariknya.

 

Seperti yang ditulis di atas, kintsugi adalah teknik memperbaiki benda. Benda yang sudah melalui proses kintsugi pernah pecah dan rusak sebelumnya. Namun setelahnya, barang tersebut langsung menjadi sebuah karya seni baru. Keren kan? Benda yang gunanya hilang, selain menjadi kembali berguna, juga memiliki nilai tambah, bahkan lebih dari sebelumnya dari emas yang digunakan untuk memperbaikinya.

 

Di Jepang, filosofi ini disebut filosofi kintsugi. Seseorang mungkin memiliki penyesalan atas kegagalan yang pernah terjadi dalam hidupnya. Tetapi kegagalan itulah yang menjadikan dirinya kuat di kemudian hari. Dengan kata lain, bangkit dari kegagalan dan menjadikan diri kita lebih baik lagi dari sebelumnya.

 

Ayo Bangkit Dari Kegagalan!

Mungkin kamu pernah mendapatkan nilai jelek saat ujian. Memang menyebalkan dan bikin kamu merasa menyesal karena kurang belajar. Tapi itu menjadi pembelajaran agar kamu belajar lebih giat lagi Yogurtarian-tachi. Begitu pula halnya dengan kegagalan dalam persahabatan, percintaan, dan lain-lain. Jadi, kamu harus tetap semangat ya, Yogurtarian-tachi!

 

Segitu dulu ceritaku kali ini, semoga tulisanku bisa menyemangati hari kalian di cuaca yang kurang bersahabat ini. Jangan lupa penuhi asupan nutrisimu supaya #LESSworry ya. Sampai jumpa di tulisanku selanjutnya! (Sachi, foto: tsugi.jp)