#FromSachi: Sachi's Japanese Skincare Routine

22 August 2019


Ohayou Yogurtarian-tachi! Kembali lagi bersamaku Sachi. Baru-baru ini aku habis belanja produk perawatan wajah nih. Salah satu resolusiku tahun ini adalah lebih memperhatikan kesehatan kulit wajah, makanya aku mulai menjalankan skincare routine ala orang Jepang. Aku belajar merawat wajah dari majalan, Youtube, dan teman-temanku di sekolah, termasuk juga host sister-ku, Haru, yang kulit wajahnya muluuus sekali seperti bayi.

 

Berbeda dengan skincare routine Korea, skincare routine ala Jepang sebenarnya tidak terlalu banyak dan ribet. Itu karena produk kecantikan Jepang kebanyakan multiguna. Sebenarnya tidak hanya produk kecantikannya sih, tapi karena kali ini aku ingin membahas tentang perawatan wajah, kita bahas produk kecantikannya saja ya! Yuk, ikuti terus ceritaku!

 

Sachi’s Skincare Routine in Japan

 

Seperti pengaplikasian produk perawatan wajah pada umumnya, tentunya ada step by step bagaimana cara mengaplikasikan produk-produk tersebut dari awal hingga akhir dengan benar. Nah urutannya adalah:

 

Membersihkan Wajah

Tahap pertama adalah membersihkan wajah. Tergantung apakah rutinitas ini dilakukan pagi atau malam, membersihkan wajah tetap menjadi tahap yang paling krusial. Bersihkan dulu wajah dari makeup dan kotoran yang menempel sepanjang hari dengan menggunakan oil based cleanser, yaitu minyak atau balsam pembersih. Setelahnya, cuci muka lagi dengan sabun cuci muka untuk mengangkat sisa makeup dan kotoran yang membandel agar wajah kita bersihnya maksimal.

 

Aplikasikan Toner

Kenapa sih, kita harus mengaplikasikan toner? Singkatnya, wajah kita itu seperti spons, yang kalau sedang kering-keringnya akan sulit menyerap air, jadi harus dibasahi dulu agar kulit wajah kita bisa menyerap tahapan perawatan wajah selanjutnya. Di Jepang, toner biasanya disebut juga lotion, yaitu pelembab wajah yang lebih ringan dan biasanya berbentuk cair. Aplikasikan toner dengan kapas dahulu untuk, lagi-lagi, mengangkat sisa-sisa makeup dan kotoran, lalu aplikasikan sekali lagi dengan tangan, dengan cara ditepuk-tepukkan ke wajah.

 

Aplikasikan Serum

Nah, step perawatan wajah berikutnya adalah menggunakan serum. Serum digunakan untuk menargetkan skin concern tertentu, seperti hydrating serum untuk kulit kering, brightening serum untuk kulit kusam, dan pore serum untuk yang memiliki pori-pori besar dan kulit berminyak. Pilih satu jenis serum saja untuk digunakan di tiap rutin ya, karena kulit kita bisa bingung nanti hehe.

 

Aplikasikan Pelembab

Tahap ini menurutku yang paling penting nih, Yogurtarian-tachi. Pokoknya siapapun wajib banget pakai pelembab, termasuk yang kulitnya sangat berminyak sekalipun. Karena pelembab, selain melembabkan kulit, juga menambah kadar air dalam kulit supaya kulit kita nggak dehidrasi. Kalau kulitmu berminyak, pilih pelembab yang oil free ya.

 

Aplikasikan Tabir Surya (pagi hari)

Ingat kan tulisanku tentang kebiasaan cantik dan sehat orang Jepang? Orang Jepang sangat menghindari sinar matahari langsung. Kalaupun harus, maka produk kecantikan yang paling harus mereka pakai adalah tabir surya. Tabir surya digunakan minimal 15 menit sebelum keluar ruangan agar bahan-bahannya aktif untuk melindungi kulitmu. Pokoknya kalau keluar rumah, jangan lupa pakai tabir surya ya!

 

Aplikasikan sheet mask (malam hari)

Sheet mask adalah masker berbentuk kertas sekali pakai. Fungsi utamanya adalah menghidrasi kulit, tetapi banyak sheet mask yang juga mengandung essence atau serum dengan khasiat dan fungsi yang berbeda-beda. Orang Jepang suka sekali pakai masker jenis ini, dibandingkan masker yang ditinggalkan di kulit lalu dicuci. Saking sukanya, sheet mask banyak yang dikemas 7 bahkan 30 buah sekaligus karena orang Jepang suka menggunakannya setiap hari. Kita juga ya, rajin-rajin pakai sheet mask agar kulit wajah menjadi lebih lembut dan terhidrasi.

 

Begitulah skincare routine-ku Yogurtarian-tachi. Mungkin awalnya terlihat ribet, tapi kalau dibiasakan lama-lama menjadi mudah kok. Yuk, kita biasakan merawat kulit wajah sejak dini! Sampai jumpa di tulisanku selanjutnya ya. (Sachi, foto: Pinterest)