Rahasia Sistem Imun Anak.

22 August 2019


Tahukah Moms, kalau sistem imun dan kekebalan tubuh anak berada pada sistem percernaan?

Faktanya, 76% - 80% dari sistem imun kita terletak di saluran cerna yang merupakan organ terbesar di dalam tubuh manusia.

Kok bisa?

 

Para ahli medis sepakat bahwa kesehatan saluran pencernaan manusia adalah cerminan kesehatan tubuh secara umum. Saluran pencernaan kita bila dibentangkan ternyata dapat mencapai luas 300 meter persegi, atau seluas lapangan tenis. Saluran cerna yang sehat memiliki kandungan bakteri baik, atau disebut juga sebagai probiotik, yang turut mendukung sistem imun. Namun, kesehatan saluran cerna dapat terganggu dengan berkembangnya bakteri jahat yang diakibatkan oleh kebiasaan makan yang buruk, kurang higienis, diare, tekanan atau stres, maupun pemakaian obat yang berlebihan.

Bayangkan Moms, orang dewasa saja rawan dengan masalah pencernaan, apalagi anak-anak dan balita pun. Masalah pencernaan yang paling sering dialami oleh balita adalah diare, konstipasi atau sulit buang air besar, gumoh atau suka muntah, dan sakit perut. Di antara banyak macam gangguan saluran pencernaan, penyakit diare merupakan salah satu masalah terbesar pada balita dan anak-anak. Bahkan, dehidrasi akibat diare masih menjadi penyebab kematian nomor satu pada bayi dan balita di Indonesia. Riset nasional menunjukkan bahwa 31.4% dari kematian bayi dan 25.2% dari kematian balita di Indonesia disebabkan oleh diare.

Pencernaan bayi baru lahir belum kuat dan belum matang, serta sangat rentan terkena infeksi. Penting sekali Moms, untuk memperhatikan asupan makanan anak Anda saat bayi. Apapun yang masuk ke dalam mulut bayi, nantinya akan diolah dalam sistem pencernaan dan diserap oleh usus. Semua asupan tersebut akan melatih sistem pencernaan, tentu saja harus menyesuaikan dengan saran dokter agar sistem pencernaan anak berkembang dan berfungsi dengan baik.

Kalau pencernaan orang dewasa sudah sempurna, sistem pencernaan anak masih dalam tahap perkembangan, sehingga pemberian nutrisi harus memperhatikan usia anak. Untuk bayi di bawah usia 6 bulan, ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi. Susu formula diberikan jika ASI tidak tersedia. Pada usia ini bayi belum boleh mendapatkan makanan padat atau semi padat, karena saluran pencernaannya belum siap untuk menerima makanan tersebut. Pemberian makanan padat yang terlalu cepat pada anak berisiko menyebabkan masalah pada saluran pencernaan serta dapat mengganggu penyerapan nutrisi.

Untuk anak di atas 6 bulan, Makanan Pendamping ASI (MPASI) sudah mulai dapat diberikan kepada bayi secara perlahan sedikit demi sedikit. Pada bayi berusia 9 bulan, makanan rumah yang dihaluskan sudah mulai dapat diberikan. Pada usia 1 tahun, anak sudah dapat diberikan makanan rumah biasa.

Pemberian makanan dan nutrisi ini harus sesuai dengan anjuran dokter, karena sistem pencernaan anak belum akan stabil sampai si kecil berusia minimal 1 atau 2 tahun. Itupun tidak bisa memberikan sembarang makanan, paling tidak hindari makanan pedas atau makanan yang banyak mengandung minyak. Pola makanan yang terdiri dari kombinasi sayur dan buah-buahan sebagai makanan pendamping ASI pun dianjurkan untuk balita, tentu dengan tambahan protein dan karbohidrat secukupnya. Serat sangat dibutuhkan balita pada masa tumbuh kembangnya karena serat merupakan sumber prebiotik, yaitu makanan bagi probiotik (bakteri yang terdapat dalam usus), sehingga fungsi saluran pencernaan dapat berkembang dan berfungsi dengan baik, yang juga dapat membantu menjaga stabilitas imun anak. Tanpa saluran cerna yang sehat, proses pencernaan dan penyerapan zat gizi tidak dapat terjadi secara optimal sehingga dapat menghambat proses tumbuh kembang anak. Untuk menopang kesehatan pencernaannya, Heavenly Blush Yo! Yogurt for Kids membantu memenuhi asupan serat anak sebanyak 30% dari kebutuhan serat hariannya. Jadi Moms, jangan sampai lupa untuk menjaga agar pencernaan si kecil selalu sehat agar ia selalu fit! (LS)