Tubuh Ideal dengan Yogurt

21 April 2017


Yogurt juga merupakan salah satu makanan/minuman yang dianjurkan dan baik untuk membantu menurunkan berat badan. Seberapa ajaib kah makanan ini bisa membantu menurunkan berat badan? Mari kita lihat penjelasan di bawah ini untuk membantu kamu dalam menurnunkan berat badan.
Kenapa sih kita diharuskan untuk diet sambil konsumsi yogurt? Jawabnya tentu saja ingin menurunkan berat badan, entah untuk special occasion seperti wisuda, resepsi pernikahan, sampai hal yang lebih simple seperti meeting dengan klien. Untuk occasion yang lebih jangka panjang, diet plan bisa dibuat dari jauh hari, sementara untuk yang mendadak tentu kita ingin yang secara cepat dan instan dalam menurunkan berat badan agar bisa mengenakan di baju tertentu. Jadi secara kasar, diet plan bisa dibagi berdasarkan jangka waktunya: bisa lama (long term) atau bisa lebih cepat (short term). Dari kedua cara tersebut mana sih yang lebih bagus untuk menurunkan berat badan dan mempertahankannya?

Metabolisme Tubuh: Full Details

Metabolisme tubuh manusia dibagi mejadi 3 bagian besar, yaitu metabolisme basal (dikenal juga sebagai basal metabolic rate, BMR), metabolisme saat mencerna makanan disebut thermic effect of foods (ya benar, bahkan mencerna makanan perlu energi), dan metabolisme saat beraktivitas (physical activities). Dari tiap jenis metabolisme ini dipengaruhi oleh berbagai faktor.

BMR banyak dipengaruhi oleh komposisi sel lemak dan sel otot. Sel lemak tubuh hanya butuh sepertiga energi yang dibutuhkan oleh sel otot untuk berfungsi dengan baik hanya untuk berfungsi dan belum beraktivitas. Jadi semakin banyak sel otot, BMR kita akan semakin tinggi. Komposisi ini ditentukan oleh gender, pria pada umumnya lebih banyak memiliki sel otot dari sel lemak dari wanita, itu pemikiran pada umumnya, tapi tidak menutup kemungkinan wanita yang fit memiliki otot yang lebih banyak, disini usia juga berperan penting, di masa pertumbuhan dimana banyak sel otot, BMR seseorang akan lebih tinggi daripada seseorang di usia muda.

Metabolisme saat mencerna makanan dipengaruhi oleh berbagai macam jenis makanan yang dicerna, seperti saat mengkonsumsi makanan tinggi lemak atau karbohidrat, tubuh tidak perlu mengeluarkan energi ekstra untuk mencerna dan menyimpan keduanya. Sebaliknya saat mencerna protein, tubuh butuh energi tiga kali lebih banyak dari saat mencerna gula sederhana atau lemak.

Metabolisme saat beraktivitas dipengaruhi oleh jumlah sel otot, karena aktivitas perlu banyak energi yang dibakar di sel otot. Jadi seseorang dengan jumlah otot lebih banyak akan mengeluarkan banyak energi saat beraktivitas daripada yang sel lemaknya lebih banyak.

Metabolisme Tubuh: Hubungan dengan Diet Plan

Saat kita diet, kita mengurangi kalori yang dikonsumsi sehingga tubuh kita memecah apapun dalam tubuh untuk dijadikan energi untuk memenuhi kebutuhan energi sehari-hari. Pada awal diet, tubuh akan memecah protein terlebih dahulu daripada jaringan lemak di tubuh. Inilah yang mengakibatkan berat badan turun cepat pada awal diet.

Pada short term diet, kita cenderung mengkonsumsi lebih sedikit kalori dan otot kita akan yang terbakar, padahal otot merupakan sumber utama pembakaran lemak baik dari BMR ataupun metabolisme saat beraktivitas. Pada short term diet, tubuh kekurangan energi sehingga tidak dapat berolahraga untuk menjaga massa otot tubuh dan ini memperburuk keadaaan tubuh.

Pada diet jangka panjang dengan asupan kalori yang lebih terjaga, dan kalori yang dikonsumsi tidak terlalu kecil, massa otot yang turun dapat dikembalikan dengan olahraga, jadi diet sebenarnya harus dibarengi dengan olahraga dan konsumsi makanan minuman yang tinggi protein untuk hasil diet optimal.Karena selain membatasi konsumsi kalori, jumlah sel otot pun dijaga sehingga metabolisme tubuh tetap bahkan akan naik jika jumlah otot meningkat.

So what should we do? Sebaiknya jangan lakukan diet jangka pendek seperti itu, tapi lakukan diet jangka panjang, Dengan diet jangka panjang seperti itu dapat mengurangi kalori yang masuk secara lebih perlahan, kamu masih punya cukup energi untuk beraktivitas dan berolahraga, sehingga jumlah sel otot tetap terjaga. Jadi energi yang dikeluarkan saat beraktivitas dan tidak beraktivitas tetap besar ya Yogutarian!