Tubuh saat Belia Mempengaruhi Perkembangan Tubuh saat Dewasa

21 April 2017


Di zaman yang serba cepat dan instan seperti sekarang ini, tidak dapat dipungkiri jika anak-anak juga dituntut untuk bergerak lebih cepat dengan setumpuk aktivitas yang menguras energi. Untuk menunjang aktivitasnya, anak  memerlukan tambahan energi dan asupan gizi yang seimbang. Salah satunya bisa diperoleh dari sayur.

Sayur mengandung kekayaan serat yang diperlukan tubuh anak, terutama selama masa pertumbuhan. Serat di dalam sayur dapat membantu menyehatkan pencernaan anak serta memberikan asupan vitamin yang dibutuhkan anak.

Masalah timbul saat menghadapi anak yang tidak menyukai sayur, entah karena penampilan yang kurang menarik maupun rasanya yang tidak disukai oleh anak. Bagi para orang tua, anak yang susah makan sayur dan kesibukan sehari-hari bisa menjadi kombinasi yang menyulitkan untuk memastikan anak mendapatkan gizi yang diperlukan.

Masalah anak yang tidak suka makan sayur serta tidak mendapatkan cukup asupan serat dan vitamin sebenarnya dapat diatasi dengan membiasakan konsumsi yogurt sejak dini. Sejak anak berusia kira-kira 4 tahun, anak sudah dapat diperkenalkan pada yogurt yang memiliki cita rasa yang lebih enak dibandingkan sayur dan mengandung gizi yang sama.

Coba kamu ingat-ingat, kebiasaan saat anak-anak dulu apa saja yang masih kamu lakukan hingga sekarang ini? Rasanya cukup banyak bukan? Mulai dari kebiasaan negatif seperti memilih-milih makanan hingga yang positif seperti berolahraga setiap pagi. Tapi tidak hanya kebiasaan masa kecil saja yang bisa terbawa hingga dewasa, masalah berat badan saat kecil dan remaja pun ternyata juga bisa terbawa hingga dewasa.

Selamanya Gemuk?

Benarkah kegemukan dari masa kecil dan remaja, bisa terus berlangsung hingga beranjak ke usia dewasa? Hasil penelitian yang tercantum pada European Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa berat badan atau penambahan berat badan yang terjadi pada usia 7 hingga 11 tahun merupakan prediksi utama kegemukan pada saat dewasa. Diketahui bahwa mereka yang memiliki berat badan berlebih atau mengalami penambahan berat badan yang drastis pada usia 7 hingga 11 tahun ternyata memiliki risiko kegemukan saat dewasa yang lebih tinggi.

Diperkirakan bahwa 80 % dari remaja yang mengalami kelebihan berat badan saat ini akan menderita obesitas pada saat dewasa nanti. Sekedar informasi, data dari Central European Journal of Public Health (2006) menunjukkan bahwa terdapat lebih dari 22 juta anak-anak di dunia yang mengalami kelebihan berat badan. Angka yang sangat besar sekali, bukan? Berat badan yang berlebih saat masa anak-anak dan remaja, ternyata memberikan dampak yang buruk bahkan ketika Anda telah dewasa.

Obesitas Membahayakan Jantung

Hal yang lebih menyeramkan, masalah obesitas ini ternyata erat kaitannya dengan berbagai masalah kesehatan, terutama penyakit jantung dan diabetes. Ada sebuh penelitian yang menyatakan bahwa para remaja yang menderita obesitas memiliki tingkat risiko terkena penyakit jantung pada saat dewasa (termasuk serangan jantung dan nyeri kronis pada bagian dada) yang lebih tinggi.

Selain itu, obesitas juga diketahui erat kaitannya dengan diabetes. Diabetes adalah suatu penyakit dimana penderitanya mengalami gangguan metabolisme glukosa sehingga glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel namun tetap berada di dalam darah. Diabetes sendiri erat kaitannya dengan berbagai macam gangguan kesehatan dan komplikasi, seperti penyakit jantung, stroke, kebutaan, hingga koma yang berujung pada kematian.

Hidup Sehat Sedari Dini

Cara efektif untuk mengatasi masalah kesehatan terkait obesitas adalah dengan menjaga berat badan sejak dini. Mungkin sebagai orang tua, kita senang jika memiliki anak yang sehat dan berisi. Selain menggemaskan, anak yang berisi, selalu diidentikan dengan anak yang sehat. Padahal anggapan ini dapat memberikan dampak yang buruk bagi anak kita. Apalagi, jika pola makan yang tidak sehat sudah menjadi kebiasaannya sejak dini hingga remaja.
Para peneliti menyatakan bahwa akan sangat sulit menekan risiko gangguan kesehatan pada mereka yang sudah menderita obesitas, terutama risiko penyakit diabetes yang erat kaitannya dengan penyakit jantung.

Cara menjaga berat badan pada anak-anak dan remaja sebenarnya tidak sulit. Yang terpenting adalah bagaimana menjalani pola hidup sehat dengan memilih makanan yang sehat dan tepat serta berolahraga secara teratur. Susu memang merupakan minuman wajib bagi mereka yang masih berada dalam masa pertumbuhan. Namun, kita sering salah memilih susu anak dan remaja. Kita cenderung memilih susu dengan kandungan lemak yang tinggi. Untuk memiliki berat ideal, dari awal sebaiknya pilihlah makanan yang kaya nutrisi namun rendah lemak. Alhasil, masa anak-anak, remaja hingga dewasa menjadi sama indahnya dengan berat badan yang selalu terjaga ideal.